Duuuhhh… kenapa sih kok susuah banget jadi orang yang rendah hati, baik, dan tidak sombong??”
Kayaknya semua orang terutama anak-anak TUHAN nih pada bermaslah ama hal yang satu ini. Pengennya nih kita dikenal sebagai orang yang nggak egois dan bijaksana bukan sombong atau gampang banget iri hati ama orang lain. Banyak yang bilang kalo sifat itu muncul spontan gitu saja. Begitu ada orang menyinggung harga diri, kita langsung siap-siap ngebela diri dan nggak mengijinkan orang itu menginjak harga diri kita. Jujur aja deh, lama-lama cape juga tuh bersikap kayak gitu. Pengennya nih jadi orang yang panjang sabar dan nggak gampang sakit hati. Tul nggak ?
Semua pasti ada caranya, guys! Masalahnya hal itu nggak bisa didapatkan dengan cara instan. So… artinya harus ada tahapan-tahapan yang negbuat manusia lama kita tuh terkikis abis. Mau ??
Simak deh hal-hal di bawah ini :
1. Berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri.Orang lebih senang menjadikan dirinya sebagai pusat pembicaraan. Tul nggak? Makanya banyak orang yang buat sensasi biar dijadikan buah mulut orang-orang disekitarnya. Kita bakal ngerasa dihargai banget. Kadang-kadang kita bakal stress pas menemukan ternyata kehadiran kita tuh kayak biasa-biasa aja. Kalo bisa nggak usah membangga-banggakan diri sendiri dan prestasi yang udah kita capai. Lebih baik orang lain tahu semua itu dari orang lain, saudara, atau siapa saja yang penting bukan dari kita sendiri.
2. Mengurus atau mengerjakan sendiri urusan pribadi.Meskipun ortu udah ngasih fasilitas pembantu di rumah, bukan berarti kita menggantungkan semua urusan pribadi am dia. Kalo kita bisa ngebersihin kamar sendiri ngapain mesti teriak-teriak ama si mbok yang udah pontang-panting ama pekerjaan rumah dan urusan dapur.
3. Hindari rasa ingin tahu yang berlebihan dan janganlah mencampuri urusan orang lain.Sebisa mungkin kalo hal itu nggak ada sangkut pautnya ama kita, yaa jangan terlalu ingin mencampurinya. Contohnya nih, tetangga sebelah sedang kehabisan terasi di dapurnya. Trus, kita nggak sengaja denger dari pembantu rumahnya. Kita langsung nyindir “ iihh… beli terasi gopek aja nggak kuat!” Terus langsung aj deh kita menjugde masakanya hari ini pasti nggak enak coz kurang terasi ( padahal belum tentu juga dia masak masakan yang mengandung terasi). Nah…kalo ampe hal ini kedengeran ama tetangga kita, ijamin dia bakal berang he..he..
4. Terimalah pertentangan dengan kegembiraan.
Guys.. satu orang dengan satu atau dua pendapat wajar-wajar aja dong. Tapi gimana kalo 50 orang ada di satu ruangan dan dimintain pendapatnya. Udah jelas ada 50 pendapat kan ? Nah, masalahnya kalo kita nggak bisa menyikapi dan menghargai perbedaan pendapat itu, itu adalah cikal bakal konflik muncul. So.. hargai dan terima aja perbedaan itu.
5. Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain.
Kalo kita suka nyimpan kesalahan orang, itu sama aja kita menganggap diri kita lebih baik ketimbang orang lain. Padahal jujur aja deh, kita juga sering berbuat salahkan? Dan kita bakal berbahagia banget kalo orang lain memaafkan kesalahan kita. So.. kalo itu baik, kenapa kita nggak melakukan hal yang sama?
6. Terimalah perasaan tidak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah.Nggak usah berkecil hati. Kalo manusia nggak bersedia memerhatikan kita, itu sama aja kita ngasih tempat ama Tuhan untuk mengambil alih tempat itu. So.. kalo Tuhan sendiri yang memerhatikan kita, wah dijamin hidup kita bakal lebih baik.
7. Bersikap sopan dan peka, sekalipun seorang memancing amarah kita.
8. Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai.
9. Bersikaplah mengalah dalam perbedaan pendapat walaupun anda yang benar.
Gmana guys.. patut dicobakan.
Smoga tips ini dapat membantu kita untuk lebih rendah hati.
Seperti kata firman ALLAH :
“..carilah dahulu kerajaan surga, maka semua itu akan kuberikan padamu..”
So.. ga usah deh berharap kita menjadi pusat perhatian atau maunya dibangga-banggakn di dunia ini, yang lebih penting kita lakukan dahulu apa yang Tuhan perintahkan. Dijamin orang-orang akan salut ama kita. Amin..
GOD BLESS YOU ALL
Nb: dikutip dari Majalah Renungan Harian Pemuda Remaja “ Future Generation”
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia; bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" -Roma 11:36-
Selasa, 13 September 2011
Menjadi Orang yang Rendah Hati
Artikel ini termasuk dalam kategori
Tips
Berpikir Negatif Tidak Menguntungkan
Berdasarkan beberapa penelitian ilmiah disimpulkan berpikir negatif ngasih dampak buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampka positifnya.
Dampak itu adalah :
1. Melemahkan sistem kekebalan tubuh.
2. Menyebabkan seseorang tertekan dan kehilangan banyak energi.
3. Mengakibatkan seseorang nggak mampu lagi berbuat sesuatu untuk menciptakan prestasi maupun kebahagiaan.
Kisah cinta sepasang muda-mudi berikut menjelaskan gimana pikiran yang negatif menyebabkan kisah asmara itu kandas begitu saja.
Tragedi itu bermula ketika pemuda tadi berjuang ke medan perang. Pada saat menghadapi peperangan, kaki kanannya putus terkena bom. Dia merasa nggak pantas punya gadis pujaan hati karena udah cacat.
Terpaksa dia minta bantuan temananya buat ngasih tahu kekasihnya itu kalo dia udah gugur di medan peperangan. Setelah kejadian itu. Ampe suatu hari dia mendengar kalo mantan kekasihnya akan segera menikah.
Pemuda itu ngerasa senang campur sedih. Di satu sisi dia senang kekasih hatinya udah menemukan penggantinya, tetapi dia sedih karena kekasihnya akan segera menjadi milik orang lain. Pemuda tadi ingin melihat manatan kekasihnya tersenyum bahagia. Dia sengaja datang pada acara pernikahan wanita itu secara diam-diam.
Tetapi dia sangat terkejut ketika ngelihat calon suami kekasihnya itu. Pria itu adalah teman seperjuangan yang terputus kedua kakinya akibat perang. Pemuda itu sangat menyesal kenapa dulu dia berpikir negatif dan terburu-buru memutuskan mengundurkan diri karena kakinya terputus satu. Mengapa dia nggak menemui kekasihnya terlebih dahulu dan menanyakan secara langsung? Tetapi semua sudah terlambat, pemikiran negatif Cuma meninggalkan penyesalan.
Kisah tadi menegaskan kalo kita seharusnya memikirkan kemungkinan terbaik terlebih dahulu, sebelum memirkan kemungkinan terburuk. Sebab apa yang terjadi di depan nanti mungkin jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan. So.. kenapa kita menyimpan pikiran negatif itu karena hal itu bener-bener merugikan kita. Karena itu budayakan berpikir positif dalam hidup kita. Kemampuan berpikir positif terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang positif pula.
Berikut ini merupakan tips mengkondisikan agar setiap saat berpikir positif :
1. Mengurangi informasi negatif.
Mungkin kita cenderung lebih sering mendengar berita tentang tragedi maupun tindak kejahatan, penindasan, penyelewengan dan lain sebagainya. Tetapi berita tentang keharmonisan, kepedulian, kejujuran, dan cinta kasih seringkali luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurang informasi luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurangi inforamsi tenanta hal-hal yang negatif. Ada baiknya kita berusaha bergaul halnya dengan orang-orang yang secara pasti memberikan masukan positif terhadap cara berpikir. Bian Tracy mengatakan, “ Bergaulah dengan orang yang tepat. Bekerjasamalah dengan orang yang positif, yang berorientasi kepada hasil, mereka yang membangkitkan semangat dan menginspirasikan banyak hal kepadamu.” Dengan demikian, lambat laun cara berpikir kita akan lebih positif.
2. Memfokuskan diri hanya kepada hal-hal yang positif.
Sekali lagi belajaralh bersyukur atas segala keadaan yang terjadi dalam hidup kita. Klao kita mengembangkan gaya hidup besyukur, kita bakal selalu melihat segala sesuatu dengan positif.
3. Menerima kejadian apa adanya dan menghilangkan negatif atau trauma.
Klo trauma itu benar-benar sulit dihilangkan, bukan berarti itu merupakan tanda-tanda kelemahan kita. Trauma itu Cuma akan menjadi penjara dalam hidup kita. Penjara itu lama kelamaan membatasi ruang gerak dan potensi kita. So.. ketimbang berkubang dalam rasa traumatik, lebih baik kita mengampini sendiri dan orang-orang yang sudah menyebabkan trauma itu.
Kata Zig Ziglar,
“It’s not the situation, but wheather we react (negative) or respond (positive) to the situation that’s important”.
“Bukan persoalan situasinya yang tidak tepat, yang terpenting adalah bagaimana kita mereaksi atau merespon situasi tersebut.”
Mulailah berpikir positif hari ini dan lihatlah kita akan menikmati kejadian-kejadian yang menyenangkan sepanjang waktu.
GOD BLESS YOU ALL
Nb: dikutip dari Majalah Renungan Harian Pemuda Remaja “ Future Generation”
Repost by : Budi Luhur PMK
Dampak itu adalah :
1. Melemahkan sistem kekebalan tubuh.
2. Menyebabkan seseorang tertekan dan kehilangan banyak energi.
3. Mengakibatkan seseorang nggak mampu lagi berbuat sesuatu untuk menciptakan prestasi maupun kebahagiaan.
Kisah cinta sepasang muda-mudi berikut menjelaskan gimana pikiran yang negatif menyebabkan kisah asmara itu kandas begitu saja.
Tragedi itu bermula ketika pemuda tadi berjuang ke medan perang. Pada saat menghadapi peperangan, kaki kanannya putus terkena bom. Dia merasa nggak pantas punya gadis pujaan hati karena udah cacat.
Terpaksa dia minta bantuan temananya buat ngasih tahu kekasihnya itu kalo dia udah gugur di medan peperangan. Setelah kejadian itu. Ampe suatu hari dia mendengar kalo mantan kekasihnya akan segera menikah.
Pemuda itu ngerasa senang campur sedih. Di satu sisi dia senang kekasih hatinya udah menemukan penggantinya, tetapi dia sedih karena kekasihnya akan segera menjadi milik orang lain. Pemuda tadi ingin melihat manatan kekasihnya tersenyum bahagia. Dia sengaja datang pada acara pernikahan wanita itu secara diam-diam.
Tetapi dia sangat terkejut ketika ngelihat calon suami kekasihnya itu. Pria itu adalah teman seperjuangan yang terputus kedua kakinya akibat perang. Pemuda itu sangat menyesal kenapa dulu dia berpikir negatif dan terburu-buru memutuskan mengundurkan diri karena kakinya terputus satu. Mengapa dia nggak menemui kekasihnya terlebih dahulu dan menanyakan secara langsung? Tetapi semua sudah terlambat, pemikiran negatif Cuma meninggalkan penyesalan.
Kisah tadi menegaskan kalo kita seharusnya memikirkan kemungkinan terbaik terlebih dahulu, sebelum memirkan kemungkinan terburuk. Sebab apa yang terjadi di depan nanti mungkin jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan. So.. kenapa kita menyimpan pikiran negatif itu karena hal itu bener-bener merugikan kita. Karena itu budayakan berpikir positif dalam hidup kita. Kemampuan berpikir positif terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang positif pula.
Berikut ini merupakan tips mengkondisikan agar setiap saat berpikir positif :
1. Mengurangi informasi negatif.
Mungkin kita cenderung lebih sering mendengar berita tentang tragedi maupun tindak kejahatan, penindasan, penyelewengan dan lain sebagainya. Tetapi berita tentang keharmonisan, kepedulian, kejujuran, dan cinta kasih seringkali luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurang informasi luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurangi inforamsi tenanta hal-hal yang negatif. Ada baiknya kita berusaha bergaul halnya dengan orang-orang yang secara pasti memberikan masukan positif terhadap cara berpikir. Bian Tracy mengatakan, “ Bergaulah dengan orang yang tepat. Bekerjasamalah dengan orang yang positif, yang berorientasi kepada hasil, mereka yang membangkitkan semangat dan menginspirasikan banyak hal kepadamu.” Dengan demikian, lambat laun cara berpikir kita akan lebih positif.
2. Memfokuskan diri hanya kepada hal-hal yang positif.
Sekali lagi belajaralh bersyukur atas segala keadaan yang terjadi dalam hidup kita. Klao kita mengembangkan gaya hidup besyukur, kita bakal selalu melihat segala sesuatu dengan positif.
3. Menerima kejadian apa adanya dan menghilangkan negatif atau trauma.
Klo trauma itu benar-benar sulit dihilangkan, bukan berarti itu merupakan tanda-tanda kelemahan kita. Trauma itu Cuma akan menjadi penjara dalam hidup kita. Penjara itu lama kelamaan membatasi ruang gerak dan potensi kita. So.. ketimbang berkubang dalam rasa traumatik, lebih baik kita mengampini sendiri dan orang-orang yang sudah menyebabkan trauma itu.
Kata Zig Ziglar,
“It’s not the situation, but wheather we react (negative) or respond (positive) to the situation that’s important”.
“Bukan persoalan situasinya yang tidak tepat, yang terpenting adalah bagaimana kita mereaksi atau merespon situasi tersebut.”
Mulailah berpikir positif hari ini dan lihatlah kita akan menikmati kejadian-kejadian yang menyenangkan sepanjang waktu.
GOD BLESS YOU ALL
Nb: dikutip dari Majalah Renungan Harian Pemuda Remaja “ Future Generation”
Repost by : Budi Luhur PMK
Artikel ini termasuk dalam kategori
Renungan
Menjadi Orang yang Kreatif
“Being creative is seeing the same things as everybody else but thinking of something different”
Robert Epstein, Ph.D, seorang psikolog mengatakan bahwa sebetulnya setiap manusia memiliki kemampuan kreatifitas. Dengan demikian tidak ada alasan kita mengatakan “Saya bukan orang yang kreatif”, yang ada hanyalah belum mengasah potensi kreatifitas yang dimilkinya. Semakin sering kita mengikuti pelatihan yang mngasah kreatifitas, semakin baik potensi kreatifitas yang dimiliki.
Salah satu ciri dari orang yang kreatif adalah bahwa ia mampu memunculkan beragam alternatif dan permasalahan yang dihadapinya. Pada umumnya orang mampu memikirkan 3-6 alternatif pada setiap situasi yang membutuhkan pemecahan masalah. Sedangkan anak-anak mampu memikirkan sekitar 60 alternatif.
Apa Itu Kreatifitas ?
Sebenarnya belum ada kesepakatan bersama mengenai definisi kreatifitas yang baku. Tetapi setidaknya kreatifitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menempatkan sejumlah objek-objek yang ada dan mengkombinasikan menjdai bentuk yang berbeda untuk tujuan-tujuan yang baru.
Kreatifitas meliputi 3 hal :
1. Kreatifitas merupakan Kemampuan (Ability)
Yaitu suatu kemampuan untuk membayangkan atau menemukan suatu hal yang baru.
2. Kreatifitas merupakan Sikap (Attitude)
Yaitu kemampuan untuk menerima perubahan dan sesuatu yang baru.
3. Kreatifitas merupakan sebuah Proses ( Process)
Orang yang kreatif merupakan orang yang terus-menerus membuat perubahan dan perbaikan secara bertahap pada pekerjaan mereka.
Repost by : Budi Luhur PMK
Robert Epstein, Ph.D, seorang psikolog mengatakan bahwa sebetulnya setiap manusia memiliki kemampuan kreatifitas. Dengan demikian tidak ada alasan kita mengatakan “Saya bukan orang yang kreatif”, yang ada hanyalah belum mengasah potensi kreatifitas yang dimilkinya. Semakin sering kita mengikuti pelatihan yang mngasah kreatifitas, semakin baik potensi kreatifitas yang dimiliki.
Salah satu ciri dari orang yang kreatif adalah bahwa ia mampu memunculkan beragam alternatif dan permasalahan yang dihadapinya. Pada umumnya orang mampu memikirkan 3-6 alternatif pada setiap situasi yang membutuhkan pemecahan masalah. Sedangkan anak-anak mampu memikirkan sekitar 60 alternatif.
Apa Itu Kreatifitas ?
Sebenarnya belum ada kesepakatan bersama mengenai definisi kreatifitas yang baku. Tetapi setidaknya kreatifitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menempatkan sejumlah objek-objek yang ada dan mengkombinasikan menjdai bentuk yang berbeda untuk tujuan-tujuan yang baru.
Kreatifitas meliputi 3 hal :
1. Kreatifitas merupakan Kemampuan (Ability)
Yaitu suatu kemampuan untuk membayangkan atau menemukan suatu hal yang baru.
2. Kreatifitas merupakan Sikap (Attitude)
Yaitu kemampuan untuk menerima perubahan dan sesuatu yang baru.
3. Kreatifitas merupakan sebuah Proses ( Process)
Orang yang kreatif merupakan orang yang terus-menerus membuat perubahan dan perbaikan secara bertahap pada pekerjaan mereka.
Repost by : Budi Luhur PMK
Artikel ini termasuk dalam kategori
Tips
Digendong oleh Sahabat
Amsal 17:17
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Puncak Mordor sudah di depan mata. Namun, beban moril yang harus ditanggungnya selama ini sebagai si Pembawa Cincin, mengakibatkan semangatnya ambruk dan jiwanya letih. Frodo nyaris tak berdaya untuk meneruskan perjalanannya.
Untunglah ia selalu didampingi pelayan dan sahabat setia, Sam. Melihat kondisi tuannya, Sam segera menyingsingkan lengan baju. "Aku tak bisa membawakannya untukmu, namun aku bisa membawamu," cetusnya. Ia pun menggendong Frodo ke puncak Mordor, agar Frodo dapat menunaikan misinya, melemparkan cincin ke kawah gunung maut itu.
Frodo dan Sam dari The Lord of The Rings adalah salah satu potret persahabatan terindah yang diangkat ke dalam film. Sam yang penuh pengorbanan, khususnya, mengingatkan berbagai hal yang baik tentang persahabatan. Seorang bijak berkata, "Memiliki sahabat baik adalah salah satu sukacita terbesar dalam hidup ini. Namun, menjadi sahabat yang baik adalah salah satu tugas yang paling mulia dan paling sulit."
Untuk menjadi sahabat, kita harus bersikap tidak egois. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk memiliki sikap seperti Yesus, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Dengan demikian, kita tidak berpikir tentang apa yang dapat kita peroleh, melainkan bagaimana kita dapat melayani sahabat kita melalui hubungan tersebut. Sudahkan Anda menjadi sahabat terbaik bagi orang-orang yang Anda kasihi?
Persahabatan terdiri dari telinga yang mau mendengar, hati yang mau memahami, dan tangan yang siap menolong
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Puncak Mordor sudah di depan mata. Namun, beban moril yang harus ditanggungnya selama ini sebagai si Pembawa Cincin, mengakibatkan semangatnya ambruk dan jiwanya letih. Frodo nyaris tak berdaya untuk meneruskan perjalanannya.
Untunglah ia selalu didampingi pelayan dan sahabat setia, Sam. Melihat kondisi tuannya, Sam segera menyingsingkan lengan baju. "Aku tak bisa membawakannya untukmu, namun aku bisa membawamu," cetusnya. Ia pun menggendong Frodo ke puncak Mordor, agar Frodo dapat menunaikan misinya, melemparkan cincin ke kawah gunung maut itu.
Frodo dan Sam dari The Lord of The Rings adalah salah satu potret persahabatan terindah yang diangkat ke dalam film. Sam yang penuh pengorbanan, khususnya, mengingatkan berbagai hal yang baik tentang persahabatan. Seorang bijak berkata, "Memiliki sahabat baik adalah salah satu sukacita terbesar dalam hidup ini. Namun, menjadi sahabat yang baik adalah salah satu tugas yang paling mulia dan paling sulit."
Untuk menjadi sahabat, kita harus bersikap tidak egois. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk memiliki sikap seperti Yesus, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Dengan demikian, kita tidak berpikir tentang apa yang dapat kita peroleh, melainkan bagaimana kita dapat melayani sahabat kita melalui hubungan tersebut. Sudahkan Anda menjadi sahabat terbaik bagi orang-orang yang Anda kasihi?
Persahabatan terdiri dari telinga yang mau mendengar, hati yang mau memahami, dan tangan yang siap menolong
Artikel ini termasuk dalam kategori
Renungan
Love, Dating and SEX
Semua orang muda tentu antusias jika topik love, dating and sex, diangkat dalam acara ibadah mereka. Karena itu Gereja dan para pemimpin Kristen harus mempunyai jawaban yang dapat memuaskan kaum muda, agar mereka tidak mencari jawaban tentang love, dating and sex ini dari sumber yang salah. Di sisi lain menurut seorang Sexolog Kristiani urutan yang benar bukan love, sex and dating tetapi LOVE, DATING AND SEX.
I. LOVE (Cinta)
A. Sumber Cinta
“God is Love”, Allah adalah kasih atau cinta. I Yoh 4: 8 mengatakan,”Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah Kasih,” jadi cinta atau kasih itu sendiri berasal dari Allah. Allah mengasihi kita dan ingin supaya kita mengasihi sesama karena hanya kasih yang dapat merekatkan kita dengan sesama. Tetapi kasih yang bagaimana? Apakah kasih Eros, Philia, Storge atau Agape? Untuk mengetahuinya, mari kita mendalami masing-masing kasih ini.
B. Jenis-jenis Cinta (Kasih)
1. Kasih Eros
Di dalam kasih eros ada unsur perasaan, emosi dan kehangatan. Kasih eros merupakan suatu hal yang positip karena eros adalah pemberian Allah. Adalah wajar kalau setiap orang memiliki kasih eros, tetapi setiap kita harus berhati-hati dengan sifat eros yang tidak stabil. Karena sifatnya yang tidak stabil maka eros tidak bisa dijadikan dasar bagi suatu hubungan yang baik di dalam mencintai seseorang, karena hubungan itu tidak akan bertahan lama. Orang yang didominasi oleh kasih eros akan cenderung dikuasai oleh nafsu erotisnya yang selalu ingin dipuaskan. Karena itu dengan pertolongan Roh Kudus setiap kita diharapkan mampu mengontrol kasih eros yang ada di dalam diri kita masing-masing.
2. Kasih Philia
Philia adalah kasih persaudaraan yang di dalamnya juga ada unsur perasaan, emosi, kehangatan dan kesetiakawanan (Roma 12:10; Ibrani 13:1). Kasih yang mendasari hubungan antara teman ini pun tidak begitu stabil. Hal ini terlihat dari banyaknya permusuhan atau perselisihan yang terjadi antar teman.
3. Kasih Storge
Kasih storge adalah kasih karena ikatan darah, misalnya antara ibu dan anak, dua orang bersaudara, atau ikatan darah lainnya. Sifat kasih storge ini mirip dengan kasih philia.
4. Kasih Agape
Kasih agape adalah kasih yang tertinggi, karena di dalamnya ada kasih ilahi. Kasih agape hanya dimiliki orang-orang yang sudah menerima kasih sejati yang hanya ada di dalam Yesus Kristus. Hanya orang yang sudah menerima kasih AgapeNya yang dapat menginterpretasikan kasih sejati ini kepada sesamanya. (Mrk 12:30-31). Orang yang memiliki kasih agape dapat mengasihi musuh, seperti yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus (Mat 5:43-44). Agape bersifat stabil, karena unsur utamanya bukan perasaan atau emosi, tetapi kepada kehendak atau keputusan untuk tetap mengasihi. Kalau kita mengasihi seseorang dengan dasar kasih agape, maka kita akan berusaha berbuat sesuatu yang terbaik untuk membahagiakan orang yang kita kasihi itu, tanpa ada unsur pamrih. Keempat kasih di atas dapat kita gunakan sebagai perekat di dalam membina hubungan dengan sesama manusia.
II. Dating/Pacaran
Banyak orang pada waktu berpacaran menjadi eksklusif, nempel kayak perangko, rasa cemburunya meningkat, mulai meninggalkan pelayanan, dan sebagainya, bentuk pacaran seperti ini tidak sehat. Lalu apa yang harus dikerjakan pada masa pacaran?
1. Target Pacaran Yang Sesungguhnya
Untuk mencapai perintah yang agung di dalam Kej 1:28, orang-orang Kristen harus bergaul dan berpacaran secara berbeda dibandingkan dengan orang-orang non-Kristen. Pacaran bagi orang Kristen ditandai dengan:
1. Proses peralihan dari “subjective love” ke “objective love”
“Subjective love” sebenarnya tidak berbeda daripada “manipulative love”, yaitu kasih dan pemberian yang diberikan untuk memanipulir orang yang menerima. Pacaran adalah saat yang tepat untuk mematikan “sinful nature” atau tabiat dosa dan mengubah kecenderungan “subjective love” menjadi “objective love”, yaitu memberi sesuai dengan apa yang baik, yang betul-betul dibutuhkan oleh si penerima.
2. Proses peralihan dari “envious love” ke “jealous love”
“Envious” sering diterjemahkan sama dengan “jealous”, yaitu cemburu. “Envious” adalah kecemburuan yang negative yang ingin mengambil dan merebut apa yang tidak menjadi haknya, sedangkan “jealous” adalah kecemburuan yang positive yang menuntut apa yang memang menjadi hak dan miliknya. Tidak heran, kalau Alkitab sering menyaksikan Allah sebagai Allah yang “jealous”, yang cemburu, misalnya dalam Keluaran 20:5. Begitu pula dengan pergaulan atau pacaran kaum muda Kristen harus ditandai dengan “jealous love”. Mereka tidak boleh menuntut “sesuatu” yang bukan atau belum menjadi haknya, seperti : hubungan sex, wewenang mengtur kehidupannya, dsb. Tetapi mereka harus menuntut apa yang memang menjadi haknya, sepeti kesempatan untuk berdialog, mendorong dan memajukan prestasi serta pelayanan, dsb.
3. Proses peralihan dari “romantic love” ke “real love”
“Romantic love” adalah kasih yang tidak realistis, kasih dalam alam mimpi yang didasarkan pada pengertian yang keliru bahwa kehidupan ini manis semata-mata. Kaum muda yang berpacaran biasanya terjerat pada “romantic love”. Mereka semata-mata menikmati hidup sepuas-puasnya tanpa coba mempertanyakan realitanya, misalnya:
a. Apakah kata-kata dan janji-janjinya dapat dipercaya?
b. Apakah dia memang orang yang begitu sabar, “care”, penuh tanggung jawab seperti yang ditampilkannya?
c. Apakah realita hidup akan seperti ini terus, penuh tawa ria, cumbu rayu, rekreasi, jalan-jalan atau sekedar mencari hiburan? Pacaran adalah persiapan pernikahan, oleh karena itu pacaran Kristen tidak mengenal istilah “dimabuk cinta”. Pacaran Kristen boleh dinikmati tetapi harus “sadar” dan berpegang pada hal-hal realistis.
4. Proses peralihan dari “activity center” ke “dialog center”
Pacaran dari orang-orang non Kristen hampir selalu “activity center”. Isi dan pusat dari pacaran tidak lain dari pada aktivitas, misalnya nonton, jalan-jalan, duduk berdampingan, cari tempat rekreasi, dsb., sehingga pacaran 10 tahun pun tetap merupakan 2 pribadi yang saling tidak mengenal. Sedangkan pacaran orang Kristen berbeda. Sekali lagi, orang-orang Kristen juga boleh berekreasi dsb., tetapi fokusnya bukan pada rekreasi itu sendiri, tapi pada dialog, yaitu interaksi antara dua pribadi secara utuh, sehingga hasilnya suatu perkenalan yang benar dan mendalam.
5. Proses peralihan dari “sexual oriented” ke “personal oriented”
Pacaran orang Kristen bukanlah saat untuk melatih dan melampiaskan kebutuhan sex, tetapi pada pengenalan pribadi yang mendalam. Jadi, masa pacaran tidak lain daripada masa persiapan pernikahan, oleh karena itu pengenalan pribadi yang mendalam adalah suatu keharusan.
Cara Pacaran Menurut Alkitab
Tuhan menginginkan yang terbaik untuk kita dalam setiap aspek kehidupan. Termasuk diantaranya hubungan kita dengan kekasih/pacar. Kita berkencan untuk mendapatkan kesenangan, persahabatan, pengembangan kepribadian dan memilih kawan, bukan untuk popularitas atau untuk merasa aman. Jangan biarkan lingkungan pergaulan memaksa kamu memasuki situasi kencan yang kurang pantas. Ketahuilah bahwa lebih dari 50% remaja putri dan lebih dari 40% remaja putra tidak pernah berkencan pada masa-masa SMA. Alkitab memberikan kita beberapa pegangan yang jelas untuk membimbing kita dalam membuat keputusan mengenai soal kencan/pacaran.
1.Jagalah hatimu.
Alkitab mengatakan kepada kita untuk berhati-hati dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang kita , karena hati kita mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita.
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." ( Amsal 4:23 )
2.Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul.
Kita juga cenderung menjadi seperti teman-teman sepergaulan kita. Prinsip ini berhubungan erat dengan yang hal yang pertama dan sama pentingnya dalam pergaulan seperti dalam hubungan kencan/pacaran.
"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." ( 1 Korintus 15:33)
3. Orang Kristen hanya boleh berkencan/berpacaran dengan sesama Kristen.
Biarpun berteman dengan teman non-kristen tidak dilarang, mereka yang khususnya dekat di hati haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan pengikut Kristus yang taat dalam hidupnya.
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? " ( 2 Korintus 6:14 )
Rambu-rambu yang perlu diperhatikan pada oleh yang berpacaran, yaitu;
a. Hindari pertemuan yang terlalu sering
b. Jangan merencanakan pertemuan secara bersendirian tanpa pengawas
c. pertemuan bersama harus melibatkan saudara dalam kegiatan-kegiatan bersama agar pikiran tidak hanya berpusat pada sex.
d. Berusahalah untuk mengenal pribadi, watak dan kesukaan pacarmu. Pakailah waktu untuk saling mengenal satu sama lain.
e. Sering berdoa bersama dan membicarakan prinsip-prinsip Firman Tuhan dan aplikasinya bagi kehidupan orang remaja.
f. Berbicara secara terbuka tentang godaan-godaan seks dan membuat persetujuan bersama untuk saling menolong dalam membatasi pelukan, ciuman. Agar saat satu lemah, yang satu mengingatkan.mengingat bahwa kegembiraan dan kesenangan yang paling dalam ialah kesatuan roh dan jiwa, bukan hanya kesatuan tubuh.
g. Ingat bahwa bukti cinta ialah menghargai tubuh masing-masing.
h. Perempuan dan laki-laki menghindari diri dari melihat film-film porno; juga menghindari dari membaca buku-buku seks picisan.
i. Dengan mengingat bahwa laki-laki mudah terangsang lewat mata, maka wanita harus sungguh-sungguh memperhatikan cara ia berpakaian, agar tidak merangsang pacarnya atau laki-laki lain.
2. Mencari Pasangan Hidup (PH)
Untuk mendapatkan pasangan dari Tuhan, kita harus bergaul, jangan “kuper” dan jangan pernah berpikir bahwa Tuhan akan mengantarkan jodoh kita. Tetapi jangan bergaul secara sembarangan, bergaullah dalam lingkungan yang sehat, misalnya terlibat dalam pelayanan di gereja, supaya jangan sampai ketemu jodoh di night club atau discotiq. Lingkungan sangat mendukung untuk mempertemukan kita dengan jodoh yang seiman dan sepadan, tetapi bukan pula berarti gereja sebagai ajang cari jodoh.
3. Syarat-syarat Mutlak Dalam Memilih Pasangan Hidup.
1. Teman seiman, sudah lahir baru, yaitu seorang yang takut akan Tuhan.
2. Hubungan didasari oleh kasih agape, bukan kasih eros.
3. Sudah dewasa.
a. Kedewasaan JasmaniÃ
• UU Perkawinan RI tahun 1974 Bab I Pasal I, hukum pernikahan memperbolehkan seseorang menikah dengan sah pada usia 21 tahun.
• Mental. Apakah telah siap secara finansil/keuangan dan bertanggung jawab?
• Apakah sudah siap menghadapi berbagai permasalahan, menghadapai gesekan-gesekan yang terjadi akibat perbedaan temperamen, latar belakang kebudayaan dan kebiasaan hidup?
b. Kedewasaan rohani
• Memiliki sikap takut akan Tuhan
• Sudah mengalami pemulihan hati dan gambar diri.
• Memiliki sikap yang mau diubahkan.
• Pria yang bertanggung jawab dan dapat menjadi pemimpin dalam keluarga, dan wanita yang memiliki sikap penundukan diri dengan hati yang lemah lembut.
4. Bersabarlah untuk menunggu waktu Tuhan, sehingga waktu yang ada dapat digunakan untuk lebih mengenal calon pendamping hidup kita.
5. Harus yakin bahwa pasangan yang akan dinikahi adalah pendamping yang baik untuk menjalani hidup di masa-masa yang akan datang.
6. Mintalah konfirmasi dari Tuhan dengan berdoa, pendapat dan pertimbangan dari orang tua (Efesus 6:1-3), dan pembina rohani (Efesus 4:11-12).
D. Hal-hal Yang Perlu Diingat.
1. Jangan menikah karena harta. Harta dapat dicari, tetapi cinta tak dapat dibeli.
2. Jangan menikah karena perasaan, asmara atau rasa simpatik.
3. Jangan menikah karena rupa saja. Kecantikan dan ketampanan di luar memang indah, tetapi dapat luntur termakan oleh waktu dan usia, sebab itu carilah kecamtikan yang dari dalam (inner beauty) yang tidak akan luntur dimakan waktu.
4. Jangan menikah untuk mencari kepuasan sex.
5. Jangan menikah untuk membalas budi. Membala budi boleh, tetapi pernikahan tidak boleh terjadi atas dasar balas budi karena dasar pernikahan adalah kasih yang tulus.
6. Jangan menikah karena paksaan keluarga. Memang sebagai anak kita harus berbakti kepada orang tua, tetapi pernikahan bukanlah masalah berbakti, melainkan masalah menemukan pasangan hidup yang sepadan untuk seumur hidup kita.
7. Jangan menikah karena desakan usia yang semakin tua. Jangan pernah mengambil keputusan besar yang nantinya akan mendatangkan sengsara seumur hidup, karena itu bersabarlah dan yakinlah bahwa Tuhan pasti mempertemukan Anda dengan seseorang yang sepadan, asalkan Anda tetap berjalan di jalanNya.
III. Sex
Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sexual dengan organ reproduksi. Pria dan wanita mempunyai bentuk tubuh dan perilaku yang berbeda untuk saling melengkapi satu dengan lainnya. Perbedaan ini menimbulkan daya tarik, keinginan sexual terhadap lawan jenisnya. Adalah hal wajar jika manusia memiliki keinginan untuk melakukan hubungan sex, tetapi hubungan sex hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami-istri.
A. Tujuan Allah menciptakan Sex
1. Menggambarkan betapa mesra, indah dan manisnya hubungan Kristus dengan mempelainya. (Efesus 5:31-32)
2. Menghasilkan keturunan yang ilahi (Kej 1:28; Mal 2:15)
3. Persekutuan dan kesatuan suami-istri (Kej 2:24)
4. Pernyataan cinta kasih antara suami dan istri (Kid 2:24)
5. Sebagai rekreasi, yaitu hubungan biologis yang harus dinikmati oleh pasangan suami-istri.
B. Sex Before Marriage/ Seks sebelum Menikah.
Banyak orang yang bependapat bahwa zaman sudah berubah dan mereka berpikir bahwa having sex before marriage atau melakukan hubungan suami istri sebelum menikah adalah biasa-biasa saja. Benarkah pendapat ini? TIDAK. Orang yang melakukan sex sebelum memasuki pernikahan cenderung mengalami pernikahan tidak bahagia, yang seringkali diakhiri dengan pertengkaran atau perceraian. Menurut survey, gadis-gadis akan merasa lebih bahagia ketika memasuki kehidupan rumah tangga jika mereka bisa menjaga kekudusannya. Pria yang melakukan hubungan sex sebelum menikah akan mengalami apa yang disebut “sexual salivation”, yaitu keinginan untuk melakukan hubungan sex dengan wanita lain secara bergantian. Firman Tuhan jelas melarang orang muda untuk melakukan hubungan sex di luar nikah. Tuhan sangat serius dengan hal ini, karena Tuhan sudah mengaturnya di dalam Ulangan 22:13-30. Gadis yang menikah jika diketahui tidak perawan lagi akan dilempari dengan batu sampai mati, karena dianggap dengan suka rela memberikan keperawanannya sebelum menikah. Bukankah jauh lebih baik bagi orang muda berkomitmen untuk menjaga virginity (keperawanan atau keperjakaan) dan mengatakan tidak pada sex(say no to sex), dari pada menyesal seumur hidup. Jika Anda sudah pernah melakukannya, mengakulah di hadapan Tuhan, bertobat dan minta Tuhan memberi pengampunan dan memulihkan Anda.
C. Jenis-jenis Dosa Sex
1. Percabulan (Galatia 5:19). Percabulan adalah perlakuan sex yang tidak wajar, misalnya homosex, lesbian, bisex, dll.
2. Perzinahan (Roma 13:9)
a. Free sex (Amsal 6:32-33), yaitu hubungan sex di luar hubungan suami-istri.
b. Having sex before marriage (Ibrani 13:4), yaitu melakukan hubungna Sex sebelum menikah
3. Penyimpangan sex, misalnya: masturbasi, onani dan khayalan sex (Matius 5:28)
D. Penyebab-penyebab Dosa Sex
1. Pornografi yang menular melalui film porno, majalah, iklan porno dll.
2. Pola hidup bebas.
3. Tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang prinsip-prinsip kekudusan hidup.
4. Dorongan atau rangsangan biologis dari diri sendiri yang tidak terkontrol.
5. Kurangnya penjelasan tentang pendidikan sex dari orang tua, sekolah atau gereja.
Kesimpulan :
Kiranya para remaja mendasari cinta kasih kepada sesamanya atau pacarnya berdasarkan cinta agape yang tidak menuntut balas, tetapi mencintai tanpa pamrih. Dan bahkan memungkinkan seseorang untuk tetap mampu mencintai orang yang menyakiti dan bahkan menghianati cinta kita. Karena cinta agape tidak hanya mengajari kita untuk mencintai orang yang mencintai diri kita, tetapi mengajari kita juga untuk mencintai musuh kita sekalipun.
Kiranya masa remaja yang telah dianugerahkan oleh Tuhan, digunakan untuk hormat dan kemuliaan bagi nama-Nya, serta menghargai cinta dan sex yang Allah berikan. Karena Allah merupakan sumber cinta itu sendiri dan sex di ciptakan oleh Allah untuk tujuan yang mulia yaitu menggambarkan hubungan yang mesra antara Kristus dan mempelai serta sex dirancang oleh Allah untuk menghasilkan keturunan-keturunan yang ilahi. Dengan demikian kekudusan dan kesucian dari cinta dan sex perlu dijaga dan di hargai sebagai anugerah Allah.
Sumber: http://www.facebook.com/topic.php?uid=169400512207&topic=20594&post=174991Repost By : Budi Luhur PMK
Artikel ini termasuk dalam kategori
Artikel
Langganan:
Postingan (Atom)





